Weather for Jakarta, ID

Current Conditions:
Light Rain, 77 F
» Perbandingan Game Engine
Posted by admin | 4 Comments
Posted on: June 25th, 2010

Perbandingan Game Engine

Pada kesempatan kali ini, saya membuat postingan tugas kuliah “Pengantar Teknologi Game” yang menceritakan tentang pengertian game engine, tipe-tipe game engine, beberapa contoh game engine, gambaran game engine yang nantinya akan dibandingkan berikut dengan perbandingannya dan contoh game yang menggunakan game engine tersebut untuk pembuatannya.

Apa Itu Game Engine ?

Game engine (bahasa Indonesia: mesin permainan) adalah sebuah sistem software yang dirancang untuk pembuatan dan pengembangan suatu video game. Ada banyak sekali game engine yang dirancang untuk bekerja pada beberapa konsol video game dan sistem operasi desktop seperti Microsoft Windows, Linux dan Mac OS X. Fungsi utama yang secara khusus disediakan oleh game engine meliputi mesin render (renderer) untuk grafik 2D atau 3D, mesin fisika, deteksi tabrakan (dan tanggapan tabrakan), suara, script, animasi, kecerdasan buatan, jaringan, streaming, manajemen momori, threading, dukungan lokalisasi dan layar grafik. Proses pembuatan game seringkali dihemat oleh sebagian besar developer dengan menggunakan kembali game engine yang sama untuk membuat game yang berbeda.

Ada Berapa Tipe Game Engine?

Game engine biasanya datang dengan berbagai macam jenis dan ditujukan untuk berbagai kemampuan pemrograman. Ada 3 tipe game engine yang ada saat ini, diantaranya :

  1. Roll-your-own game engine
  2. Banyak perusahaan game kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine-nya sendiri. Mereka menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine mereka sendiri. Di sisi lain, mereka kadang menggunakan library komersil atau yang open source. Terkadang mereka juga membuat semuanya mulai dari nol. Biasanya game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar diberikan secara gratis, juga memperbolehkan mereka (para developer) lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Tower Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine-nya, hanya untuk ditulis ulang semuanya dalam beberapa hari  sebelum penggunaannya karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.

  3. Mostly-ready game engines
  4. Engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer/programer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model, texture dan lain-lain. Banyak dari mereka yang sudah benar-benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar-benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis dan masih memungkinkan game engine-nya tersebut untuk mengoptimalkan kinerja game-nya. Contoh tipe game engine seperti ini adalah Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Dengan hal ini dapat menyingkat menghemat waktu dan biaya dari para developer game.

  5. Point-and-click engines
  6. Engine ini merupakan engine yang sangat dibatasi, tapi dibuat dengan sangat user friendly. Anda bahkan bisa mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa merilis game point-and-click yang kamu banget.  Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman dan merilis game-game mereka secepatnya.

Contoh Game Engine

Banyak sekali game engine yang ada sekarang ini mulai dari yang gratis sampai yang berbayar. Berikut contoh 10 game engine yang bagus berdasarkan banyaknya review yang ada pada situs DevMaster.net tersebut.

- Game engine gratis

  1. OGRE
  2. Irrlicht
  3. Panda3D. Contoh game-nya : Pirates of the Caribbean Online.
  4. Crystal Space
  5. jME
  6. Blender Game Engine
  7. Reality Factory
  8. The Nebula Device 2
  9. RealmForge
  10. OpenSceneGraph

- Game engine berbayar

  1. C4 Engine
  2. Torque Game Engine
  3. 3DGameStudio
  4. TV3D SDK 6.5
  5. Leadwerks Engine 2
  6. Unity. Contoh game-nya : Tiger Woods PGA Tour Online.
  7. DX Studio
  8. NeoAxis Engine
  9. Visual3D.NET Game Engine
  10. Esenthel Engine

Game engine yang akan saya ambil untuk diperbandingkan adalah C4 Engine (berbayar) dan OGRE (gratis). Berikut perbandingannya.

Perbandingan Game Engine C4 Engine dengan OGRE

Sebelum dibandingkan alangkah lebih baiknya saya berikan gambaran singkat dari kedua game engine tersebut.

  • C4 Engine. Telah mendukung banyak sistem operasi. Game engine ini sudah memiliki paket lengkap untuk pembuatan suatu game dengan dilengkapi oleh teknologi musik dan suara 3D, komunikasi jaringan, perangkat input, memori dan manajemen sumber daya, dan masih banyak lagi.
  • c4engine logo

  • OGRE. Singkatan dari Object-Oriented Graphics Rendering Engine yang merupakan game engine fleksibel yang berbasis scene ditulis dengan bahasa C++ didesain agar lebih mudah dipakai oleh para developer untuk memproduksi game dan demo yang menggunakan hardware 3D. Library kelas menggambarkan semua rincian dari penggunaan sistem library seperti Direct3D dan OpenGL yang menyediakan sebuah antarmuka berbasis pada objek dunia dan kelas intuitif lainnya.
  • ogre logo

Perbandingan C4 Engine OGRE
Penulis Terathon Software (Eric Lengyel) Steve Streeting
API Grafik OpenGL OpenGL, DirectX
Bahasa Pemrograman C/C++ C/C++
Sistem Operasi Windows, MacOS, PS3 Windows, Linux, MacOS
Status Produktif / stabil Produktif / stabil
Dokumentasi Ada Ada
Source Code Ada Ada
Harga Berbayar Gratis
Mesh yang Didukung 3D Studio MAX, Maya, XSI, Blender, dan paket lainnya. Milkshape3D, 3D Studio Max, Maya, Blender dan Wings3D.
Kelebihan
  • - Sudah mendukung suara, physics, jaringan dan lain sebagainya.
  • - Bagus dalam rendering. Bisa dilihat dari demo yang ada terlihat tampak hebat.
  • - Memiliki kecepatan yang baik saat proses render.
  • - Banyak tool yang dapat dipakai dalam scene.
  • - Mudah dipakai karena antarmukanya mudah dikenali.
  • - Punya komunitas yang besar.
  • - Gratis karena open source.
  • - Dapat memilih render yang diinginkan, OpenGL atau DirectX.
  • - Kemungkinan kinerja OGRE dalam scene culling lebih baik.
  • - Dapat di-render dengan baik meskipun dengan kartu grafis bawaan Intel.
  • - Punya komunitas yang besar.
  • Kekurangan
  • - Butuh biaya untuk menggunakannya.
  • - Butuh kartu grafis dengan spesifikasi tinggi agar dapat didukung penuh.
  • - Hanya sebuah rendering engine jika tidak dilengkapi dengan tool jaringan, suara dan lain sebagainya.
  • Contoh Screenshot-nya :

    C4 Engine

    C4 Engine DemoC4 Engine Demo2

    C4 Engine Demo3C4 Engine Demo4

    OGRE

    Zero Gear

    Referensi :

    Perbandingan

    C4 Engine

    OGRE

    Penulis

    Terathon Software (Eric Lengyel)

    Steve Streeting

    API Grafik

    OpenGL

    OpenGL, DirectX

    Bahasa Pemrograman

    C/C++

    C/C++

    Sistem Operasi

    Windows, MacOS, PS3

    Windows, Linux, MacOS

    Status

    Produktif / stabil

    Produktif / stabil

    Dokumentasi

    Ada

    Ada

    Source Code

    Ada

    Ada

    Harga

    Berbayar

    Gratis

    Mesh yang Didukung

    3D Studio MAX, Maya, XSI, Blender, dan paket lainnya.

    Milkshape3D, 3D Studio Max, Maya, Blender dan Wings3D.

    Kelebihan

    · Sudah mendukung suara, physics, jaringan dan lain sebagainya.

    · Bagus dalam rendering. Bisa dilihat dari demo yang ada terlihat tampak hebat.

    · Memiliki kecepatan yang baik saat proses render.

    · Banyak tool yang dapat dipakai dalam scene

    · Mudah dipakai karena antarmukanya mudah dikenali.

    · Punya komunitas yang besar.

    · Gratis karena open source.

    · Dapat memilih render yang diinginkan, OpenGL atau DirectX.

    · Kemungkinan kinerja OGRE dalam scene culling lebih baik.

    · Dapat di-render dengan baik meskipun dengan kartu grafis bawaan Intel.

    · Punya komunitas yang besar.

    Kekurangan

    · Butuh biaya untuk menggunakannya.

    · Butuh kartu grafis dengan spesifikasi tinggi.

    · Hanya sebuah grafik engine jika tidak dilengkapi dengan tool jaringan, suara dan lain sebagainya.

    Incoming search terms:

    • perbandingan xna dengan game developer lainnya
    • C4 bomb singkatan dari
    • kekurangan dari DXStudio
    • OpenGl render engine open source
    • pengenalan milkshape 3d
    • perbandingan game directx
    • unity game engine
    View admin's Profile | Subscribe via RSS
    4 Responses
    • #1 On June 28th, 2010 @ 7:19 pm
      TUKANG CoLoNG says:

      pertama kali berkunjung kesini nih. meski saya gag pernah sekalipun mencoba nyari tau tentang game engine ini tapi dari ulasan di atas sangatlah lengkap dan begitu memberi gambaran yang cukup tentang hal baru buat saya ini. thx ya :car:

      Reply
    • #2 On July 1st, 2010 @ 8:05 am
      admin says:

      sama2 mas. makasih buat responnya nih. lam kenal :cowboy:

      Reply
    • #3 On July 1st, 2010 @ 10:19 am
      adi bowo says:

      salam kenal bozz
      bisa tuker link ga bozz??

      Reply
    • #4 On July 1st, 2010 @ 10:37 am
      admin says:

      waduh, mas jgn panggil saya bos donk, kesannya gimana gitu..
      bisa mas klo mau tuker link :-)
      udah saya add mas di My Friends’ Blog, jgn lupa backlink nya mas :handshake:

      Reply
    Leave your response:

    Name (Required)

    Email (Required)

    Website (Optional)

    [+] kaskus emoticons nartzco